Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-57, Bantul Panen Prestasi di Bidang Kesehatan

  • 25 November 2021     75

Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantul dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 di Hall Husada Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.Tema peringatan HKN tahun ini ialah “Sehat Negeriku Tumbuh Indonesiaku”. Pengambilan tema peringatan HKN ke-57 ini sebagai salah satu bentuk upaya membangun masyarakat yang produktif dan aman dari Covid-19 di era adaptasi kebiasaan baru. Rabu (24/11/2021).

Diawal acara, Bupati Bantul meresmikan 3 unit mobil untuk operasional promosi kesehatan dan mobil gawat darurat maternal serta mobil yang dilengkapi dengan sound sistem, audio visual, multimedia dengan dukungan Genset 2 KVA.

Kegiatan dilanjutkan dengan launching Buku Edukasi Persiapan Kehamilan karya dr. I Nyoman Tritia Widiantara, Sp.OG.
Bupati Bantul dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan HKN ke-57 yang jatuh pada tahun ini merupakan sebuah momentum untuk berintrospeksi dan evaluasi diri dalam penanggulangan Covid-19, serta rencana kedepan untuk memulai program-program penanggulangan Covid-19.

“ Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat dan tenaga kesehatan, agar selalu disiplin dalam menerapkan prokes untuk mencegah keterpaparan Covid-19. Sekuat apapun upaya pemerintah tidak akan cukup apabila tidak didukung oleh masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan, ” tutur Bupati.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja dalam laporannya mengatakan jika di era pandemic Covid-19, Kabupaten Bantul mendapatkan berbagai prestasi di bidang kesehatan seperti Anugerah Penghargaan Terbaik Tingkat Nasional dalam 3T (Testing, Tracing, Treatment) dalam penanggulangan Covid-19 dan Penghargaan Inovasi Top 45 “Gelimas Jiwo”.

“ Meskipun di era pandemic dua tahun ini, alhamdulillah dibidang kesehatan kita masih mendapatkan berbagai prestasi yang patut kita banggakan. Yang pertama, Bantul mendapat penghargaan anugerah nasional sebagai yang terbaik dalam pelaksanaan 3T (Testing, Tracing, Treatment) penanganan covid-19. Yang kedua, Top 45 Inovasi Gelimas Jiwo. Dan masih  banyak prestasi di level dibawah itu, ” kata Agus Budi Raharja.

Meski demikian Kepala Dinkes Kabupaten Bantul juga menghimbau bahwa masih ada beberapa permasalahan kesehatan di Kabupaten Bantul yang memerlukan perhatian. Seperti angka kematian ibu melahirkan, demam berdarah dan masalah gizi buruk dan stunting. “Masih ada beberapa permasalahan kesehatan yang cukup membuat risau kita semua, salah satunya adalah angka kematian ibu melahirkan yang sampai saat ini belum bisa terkendali. Bahkan di tahun 2021 justru melejit tinggi. Kemudian masalah demam berdarah dan masih ada beberapa permasalahan juga terkait dengan penanggulangan gizi buruk dan stunting,” tambahnya.

Terakhir, Bupati Bantul saat diwawancarai juga menyampaikan bahwa di Hari Kesehatan Nasional ini, Bantul meski memiliki banyak pencapaian dibidang kesehatan, juga menghimbau untuk melakukan kolaborasi dari para tenaga kesehatan dan semua elemen masyarakat guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Bantul. 

Tahun ini kita memperingati Hari Kesehatan Nasional masih dalam situasi pandemic Covid-19, dan kita menetapkan tema " Satukan Tekad Bantul Bebas Covid ". Terkait capaian-capaian penanggulangan covid kita sudah sangat signifikan, karena vaksinasi sudah mencapai 80% kemudian paparan kasus baru setelah kita lakukan penelitian semuanya tanpa gejala. Capaian-capaian ini semakin meyakinkan kita bahwa kita ini mampu meningkatkan perbaikan layanan kesehatan di Kabupaten Bantul.

" Karena capaian-capaian itu nyatanya sudah kita lampaui. Maka dihari kesehatan nasional ini kita jadikan momentum  untuk terus menyempurnakan layanan kesehatan baik di rumah sakit, puskesmas, maupun pusat-pusat layanan kesehatan yang lain. Tujuan akhirnya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Maka dari itu, kata kuncinya adalah kolaborasi. Bagaimana dinas kesehatan, bersama seluruh aparatur kesehatan ini kolaborasi dengan Panewu dan Lurah. Panewu dan Lurah ini menjadi pihak yang demikian penting, karena mereka akan melakukan mobilisasi, pantauan dan kampanye di masyarakat,” terang Bupati.