Momentum Pemulihan Ekonomi tetap Terjaga, Meskipun Tertahan oleh Covid-19 Varian Delta

  • 22 November 2021     72

Dalam rangka mendorong percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021 serta pemulihan ekonomi nasional di masa pendemi Covid-19 ini, Kementerian Dalam Negeri RI menggelar acara Rapat Koordinasi Evaluasi Penyerapan Anggaran Daerah Tahun 2021 secara virtual dengan mengundang Menteri Keuangan RI, Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia pada Senin (22/11).

Dari Pemerintah Kabupaten Bantul, hadir dalam acara tersebut Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih bersama Wakil Bupati Bantul Joko B. Purnomo didampingi oleh Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul bertempat di Ruang Kerja Bupati Bantul.

Mendagri RI Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. menjelaskan sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo pada Sidang Kabiner Paripurna yang lalu, percepatan realisasi APBN dan APBD harus segera dilaksanakan. Mewaspadai risiko perkembangan ekonomi global terhadap perekonomian Indonesia, mendorong realisasi investasi, serta pengembangan ekonomi hijau dan transisi ke energi terbarukan juga perlu dilakukan. 

“Pertumbuhan ekonomi di Indonesia Triwulan III tumbuh 3,51 persen. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi akhir tahun 2021 sebesar 5 persen, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong percepatan realisasi belanja APBN dan APBD. Kemendagri mendapat tugas untuk memantau dan mengevaluasi realisasi APBD yang masih rendah pada pemerintah daerah di Indonesia,” sambung Mendagri.

Penyerapan Anggaran di Pemerintah Kabupaten Bantul sampai dengan bulan Oktober 2021 sudah mencapai 62 persen dari Rp2.314.262.941.809,00 yang meliputi belanja modal, belanja transfer dan belanja tak terduga, serta belanja operasional seperti belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah dan belanja bantuan sosial.

Selanjutnya, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D menyampaikan pada Triwulan III 2021 momentum pemulihan ekonomi tetap terjaga meskipun aktivitas ekonomi tertahan oleh penyebaran kasus varian delta Covid-19. Kinerja perekonomian nasional mampu kembali tumbuh positif. Sektor-sektor utama seperti industri pengolahan, pertanian, perdagangan dan konstruksi mencatatkan kinerja pertumbuhan yang positif.

“Ke depan, diharapkan tren pemulihan akan terus berlanjut dengan kinerja pertumbuhan yang diproyeksikan tumbuh menguat di triwulan IV. Meskipun kondisi pandemi kini relatif terkendali, namun kewaspadaan tetap harus dijaga,’’ imbuh Menkeu.

Strategi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022-2025 dengan menerapkan pola hidup baru yakni “Living with Endemic”, reformasi program Perlinsos termasuk perbaikan basis data yang akurat, pembangunan infrastruktur terus dijalankan temasuk infrastruktur digital dan konektivitas menjadi prioritas, pemanfaatan dinamika geopolitik dan perubahan peta perdagangan dunia, dan penguatan reformasi struktural dengan mendorong produktivitas dan daya saing investasi dengan fokus pada digitalisasi, transisi menuju ekonomi hijau serta industrialisasi dan hilirisasi komoditas.