Pembubaran Tim Persiba dan Panpel Kompetisi 2008-2009

  • 28 Mei 2009     169
Tim Persiba Bantul dan Panita Pelaksana Kompetisi Liga Indonesia di Bantul (Panpel) musim kompetisi 2008-2009 secara resmi dibubarkan oleh Bupati Bantul Drs. HM Idham Samawi, Rabu (27/5) malam, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Trirenggo, Bantul.

Drs. HM Idham Samawi yang juga selaku General Manajer (GM) Persiba Bantul dalam sambutannya mengutarakan, Persiba telah memenuhi target awal yakni bertahan di divisi utama. Dalam perkembangannya pretasi Persiba berada dijajaran atas klasemen bahkan mampu menembus babak 8 besar sehingga ditargetkan lolos ke Indonesia Super League (ISL) namun tak tercapai.

Kegagalan lolos ke ISL dapat diambil hikmahnya, Bantul memiliki kesempatan untuk mempersiapkan fasilitas sesuai standar ISL. "Persiba memiliki sisa anggaran sekitar 1 Milyar yang bisa digunakan untuk persiapan musim kompetisi mendatang yang rencananya akan digelar bulan Oktober 2009," ujar GM Persiba.

Manajer Tim RH. Sumiharto melaporkan Persiba telah melakoni kompetisi selama 13 bulan, sebuah musim kompetisi cukup panjang dalam sepak bola. Meski tidak lolos ke ISL, prestasi Persiba cukup memuaskan, mampu menembus babak 8 besar, menempati posisi 3 di klasemen akhir, dan menutup kompetisi dengan sebuah kemenangan 2-1 melawan Persikabo Bogor.

Sedangkan, Ketua Panpel H Yoeke Indra Agung Laksana SE melaporkan, pelaksanaan pertandingan di Stadion Sultan Agung Bantul selama musim kompetisi 2008-2009 berlangsung aman, lancar dan tertib. Serta panpel tidak pernah mendapat surat peringatan dari BLI. "Panpel juga mampu mandiri dengan mengandalkan hasil penjualan tiket setiap pertandingan, bahkan kami memiliki surplus sebanyak Rp 143.985.890 ," imbuhnya.

Para pendukung Persiba yang tergabung dalam wadah Paserbumi cukup simpatik dalam setiap pertandingan. "Selayaknya Paserbumi berada dalam jajaran suporter terbaik di Indonesia," ujar Yoeke.

Pelatih Persiba Bantul Nandar Iskandar dalam sambutannya mengutarakan rasa terima kasih kepada segenap pendukung Persiba dan memohon maaf apabila hasil pertandingan dirasa kurang maksimal. "Patut bersyukur, kini Persiba sudah diperhitungkan dalam persebakbolaan di tanah air," ujarnya.

Sementara, Seto Nurdiantoro yang didaulat mewakili pemain Persiba mengatakan betah dengan suasana kekeluargaan yang terjalin antara sesema pemain dan berharap musim kompetisi mendatang dapat bergabung kembali di Persiba Bantul. (admin)