DUA PULUH LIMA PENGRAJIN KAYU "TEGAS" DLINGO, Terima Bantuan 20 Set Peralatan Modern

  • 27 Mei 2009     218
Direktorat Industri Kecil dan Menengah memberikan bantuan berupa alat pertukangan kepada Kelompok Pengrajin Kayu TEGAS dusun Tekik Temuwuh Dlingo Bantul. Bantuan tersebut berupa 20 set yang terdiri dari tatah mesin, serkel, pasah, kompresor, amplas, genjet dan diesel yang semuanya serba modern diserahkan lewat Kepala Disperindagkop Bantul Drs. Yahya, dan diterima Ketua Kelompok Surjito, Selasa (26/5) di Aula Kantor Desa Temuwuh.

Kepala Disperindagkop Bantul Drs. Yahya dalam sambutannya mengatakan Bantul merupakan salah satu dari empat Kabupaten dan satu Kotamadya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mendapat perhatian dari Direktorat Industri Kecil dan Menengah dengan memberi bantuan berupa Dana Pembantuan Pembinaan IKM, Usaha Ekonomi Produktif selama dua tahun 2008 dan 2009.

Bantuan tersebut bersifat pinjaman selama dua tahun yang sewaktu-waktu akan dipantau penggunaannya. Apabila terjadi kehilangan dan kerusakan harus ada pertanggung jawaban dan bila manfaatnya kurang menunjang atau tidak digunakan akan dialihkan.

Untuk itu manfaatkan sebaik-baiknya, dipelihara dan dijaga, kalau rusak diperbaiki. Dengan alat baru yang lebih modern tersebut diharapkan produksinya akan meningkat dan variasinya lebih banyak. Kedepan jangan sampai Kecamatan Dlingo diidentikan dengan buangan pejabat atau kawah condrodimuko bagi Kabupaten Bantul. Namun Dlingo menjadi kecamatan idaman pejabat Bantul dan kawasan yang mampu menyuplai perabotan di seluruh Indonesia atau Yogyakarta khususunya karena merupakan surga bagi investor perumahan.

Lurah Temuwuh Dlingo Basuki dalam sambutannya mengatakan sangat berterima kasih atas perhatian terhadap pengarjin yang ada diwilayahnya. Kelompok pengrajin kayu "TEGAS" dusun Tekik Temuwuh Dlingo sejumlah 25 orang. Dengan bantuan alat modern tersebut seharusnya diikuti dengan pola pikir yang lebih modern dalam arti mampu membuat produk-produk baru yang lebih inovatif. Kalau toh tetap produk lama tapi dengan sentuhan variasi baru sehingga nilai jualnya lebih mahal. (Mwd)