Sebanyak 1400 Remaja Ikuti Sosialisasi Terkait Kesehatan Reproduksi dan Stunting

  • 28 Oktober 2021     40

Senin (25/10/2021) diadakan sosialisasi pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan stunting bagi calon pengantin, generasi berencana, dan kelompok PIK-R (Pusat Informasi Keluarga Remaja). 

Dihadiri oleh Emi Masruroh selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantul yang menjadi pengisi acara ini. Sosialisasi ini digelar secara bertahap, nantinya diikuti sebanyak 1400 orang dari 17 kecamatan yang ada di Kab. Bantul.  

Sosialisasi pemahaman reproduksi dan stunting ini diharapkan dapat memberikan calon pengantin, generasi berencana dan kelompok PIK-R pemahaman dasar mengenai masalah anak khususnya stunting karena masih banyak orang yang tidak paham mengenai masalah ini. 

Sosialisasi mengenai pemahaman gizi juga tidak ditunjukkan kepada orang tua saja, namun anak-anak juga melalui media sosial yang saat ini sering digunakan oleh anak muda. 

Kasus yang terjadi di Indonesia adalah jumlah anak pendek terbilang cukup tinggi yang berarti permasalahan stunting masih menjadi permasalahan umum di Indonesia. Kasus ini menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan kasus yang lainnya seperti kurus, kurang gizi, dan lain-lain.  

Emi Masruroh selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantul menjelaskan bahwa permasalahan stunting bukan karena keturunan, namun masalah yang terjadi karena masalah nutrisi dan faktor lingkungan. Hal ini memberikan harapan bagi orang tua yang terkena stunting yang ingin anaknya sehat tanpa terkena stunting. 

Keturunan bukan menjadi faktor adanya stunting pada anak, pada kasus nyata terdapat orang tua yang terkena stunting namun memilik anak-anak yang lebih sehat dan tinggi daripada orang tuanya. Itu menunjukkan bahwa orang tua yang terkena stunting tidak berdampak kepada anaknya.  Inilah pentingnya memahami gizi anak sangat penting bagi orang tua.  

Pencegahan stunting harus di lakukan, orang tua harus paham bagaimana menyiapkan anak-anak dengan suplemen alami sejak masih balita, memberikan asupan gizi sesuai kebutuhan harian anak , dan rutin memantau pertumbuhan anak dari waktu ke waktu. Kasus stunting merupakan kondisi yang tidak bisa dikembalikan, artinya jika anak telah mengalami stunting, pertumbuhannya terus melambat.