Bupati Bantul: Santri itu Istimewa, Dididik Berbagai Macam Kecerdasan

  • 27 Oktober 2021     92

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul  kembali menggelar Roadshow Miko Cakcoy goes to school yang bertema berprestasi di tengah pandemi yang bertempat di MA Alimaksum pada Senin 25 Oktober 2021. Acara ini dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pada Roadshow Miko Cakcoy goes to school kali ini mengundang Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Dosen Psikologi UAD Dr. Hadi Suyono, S.Psi., M.Si, Direktur Utama Java&Co Ari Prabowo, S.s, serta Pencipta lagu Mendung Tanpa Udan, Kukuh Prasetya Kudamai.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan santri itu istimewa karena dididik berbagai macam kecerdasan. Tidak hanya kecerdasan intelektual saja tetapi juga kecerdasan emosional, kecerdasan spiritial, kecerdasan sosial dan kecerdasan-kecerdasan lainnya. Pondok Pesantren menjadi tempat santri dalam berproses. Terbukti lulusan pondok pesantrenbisa menjadi profesi apapun, ada yang menjadi pengusaha, seniman, menteri, bahkan wakil presiden.  “Kalian harus berproses selama belajar di pondok pesantren ini. Karena proses itu penting, tidak ada orang yang tiba-tiba sukses. Kemudian dalam berproses harus sabar dan tawakal,” jelasnya.

Selanjutnya Dosen Psikologi UAD Dr. Hadi Suyono, S.Psi., M.Si mengatakan bahwa narasumber acara kali ini adalah contoh - contoh orang sukses yang sudah berproses panjang. Sementara santri di MA Alimaksum sudah memiliki fondasi untuk sukses karena sudah dibekali berbagai soft skill selama belajar di pondok pesantren. “Anda sudah punya fondasi hebat, dengan hidup di pesantren soft skill anda sudah terdidik. Cepat atau lambat kesuksesan itu tergantung anda, maka teruslah berproses, fokus pada tujuan anda dan belajar keras, serta belajar membangun relasi,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama Java&Co Ari Prabowo, S.s menceritakan proses sebelum mengorbitkan lagu diawali usahanya yg dahulu harus berhenti karna pandemi. Kemudian setelah berproses maka jadilah viralnya lagu Mendung Tanpa Udan dan menjadi banyak orang yang mengcover lagu ini. Selanjutnya Ari Prabowo bersama Kukuh Prasetya Kudamai membuat Label yang diberi nama Om Orbitin. Label ini siap mewadahi semua jenis genre musik. “ Di Om Orbitin ini sebagai wadah untuk yang bisa nulis lagu atau bisa menyanyi, jadi yang bisa nulis lagu tapi suara pas-pasan ya nulis saja, nanti saat ada yang suaranya bagus tapi tidak bisa nulis lagi tinggal digabungkan, Jadi kami mewadahi itu,”jelasnya.

Pencipta lagu Mendung Tanpa Udan, Kukuh Prasetya Kudamai menambahkan bahwa membuat segala sesuatu harus maksimal, jangan setengah-setengah, termasuk dalam belajar. Belajar di pondok pesantren itu harus bersabar karna sedang berproses menuju kesuksesan. “Sesukses apapun jangan pernah malu mengakui bahwa anda lulusan pondok, karena dari sini anda berproses. Dan keluar dari sini harus tetap membawa spirit yang baik,” pungkasnya.