Bupati Bantul : Pertumbuhan Ekonomi Dapat Kita Wujudkan Di Level 1 PPKM

  • 25 Oktober 2021     118

Bupati Bantul hari ini menjadi salah satu narasumber dalam acara Field Study Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” program Magister Ilmu Pemerintahan di Pendopo Manggala Parasamya, Pemda II Manding.  Sabtu (23/10/2021). 
Adapun materi yang disampaikan terkait Upaya Pemerintah Kabupaten Bantul dalam Membangkitkan Ekonomi Rakyat di Masa Pandemi Covid-19.
Dalam paparannya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan bahwa dalam menumbuhkan ekonomi pada sistem ekonomi konvensional memerlukan adanya kerumunan/keramaian dan interaksi bukan social distancing ataupun pembatasan-pembatasan. Karena, dalam menumbuhkan ekonomi dibutuhkan adanya interaksi, kesepakatan dan pengetahuan yang memadai.
“ Jika unsur-unsur itu tidak terpenuhi, maka pertumbuhan ekonomi ini tentu saja sulit untuk diwujudkan. Dengan demikian, antara penanggulangan pandemi Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi sangat bertolak belakang. Pertumbuhan ekonomi mensyaratkan adanya kerumunan/keramaian dan interaksi yang intensif sedangkan penanggulangan pandemi Covid-19 mensyaratkan adanya social distancing ataupun pembatasan-pembatasan, " jelas Bupati.
Di masa pandemi Covid-19 seperti ini, seluruh negara pertumbuhan ekonominya mengalami penurunan bahkan negatif. Dan di Kabupaten Bantul pernah mengalami penurunan ekonomi hingga negative 2,3% akibat pandemi Covid-19.
Lebih lanjut, Bupati Bantul mengatakan jika dalam misi ketiga Kabupaten Bantul yang berbunyi Pendayagunaan Potensi Lokal dengan Penerapan Teknologi dan Penyerapan Investasi Berorientasi kepada Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, menyatakan bahwa di Kabupaten Bantul mempunyai banyak potensi.
Dan potensi unggulan yang ada di Kabupaten Bantul terdapat pada sektor industri, sektor pertanian dan sektor pariwisata.
“ Karena, ketiga sektor tersebut memberikan kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Maka, Pemkab Bantul senantiasa berusaha mewujudkan misi ketiganya yakni mendayagunakan potensi lokal dengan cara penerapan teknologi dan penyerapan investasi yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi inklusif/pertumbuhan yang mengangkat masyarakat paling bawah untuk mendapatkan keuntungan, " tutur Bupati.
Terakhir, Bupati Bantul menyampaikan bahwa Kabupaten Bantul telah turun level dari level 3 menjadi level 2. Dan dengan dilaksanakannya percepatan vaksinasi saat ini, tidak lama lagi Kabupaten Bantul akan turun ke level 1. 
“ Kalau turun ke level 1, maka pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantul akan semakin mudah untuk kita wujudkan kembali, "pungkas Bupati.