Pemkab Bantul Berangkatkan Calon Transmigran ke Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat

  • 22 Oktober 2021     227

Sebanyak 5 Kepala Keluarga (KK) dengan 16 Jiwa Calon Transmigran Bantul, dilepas oleh Sekretaris Kabupaten Bantul Drs. Helmi Jamharis, M.M., dari Penampungan Calon Transmigran Transito Bantul di Jalan WR. Supratman  No. 6 Bantul, menuju UPT Saluandeang, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat. Jumat (22/10/2021).

Menurut PLT. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul Istirul Widilastuti, S.I.P. MPA., di Tahun 2021 Bantul akan memberangkatkan sebanyak 5 KK calon transmigran yang sudah lulus seleksi dan sudah mengikuti pelatihan yang akan diberangkat dengan moda transportasi pesawat udara.

“ Sebetulnya kalau tidak ada pandemi Covid-19, Kabupaten Bantul mendapat alokasi dari pemerintah pusat sebanyak 20 KK, dengan adanya refocusing Tahun 2021 hanya memberangkatkan 5 KK, “ terang Istirul.

Sebelum pemberangkatan, calon transmigran dibekali aneka ketrampilan seperti bercocok tanam, dan wirausaha lainnya, sehingga di tempat yang baru nantinya bisa dikembangkan dan diharapkan mampu memajukan daerah di kawasan tempat transmigrasi.

“ Setiap KK calon transmigran yang akan berangkat, Pemkab Bantul memberikan uang penghargaan sebanyak Rp. 10.000.000,- yang nantinya digunakan untuk usaha baru, sesampai di lokasi nantinya transmigran mendapat bantuan sembako setahun untuk di lahan kering, dan satu setengah tahun untuk lahan basah, “ terangnya.

Sekda Bantul Helmi Jamharis mewakili Bupati Bantul mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi yang tinggi kepada bapak/ibu calon transmigran yang telah mempunyai niat untuk memperbaiki kehidupannya di tanah seberang, yang berarti pula telah turut serta mensukseskan program pemerintah untuk pemerataan penduduk melalui program transmigrasi.

“ Sebagaimana telah diketahui bersama, program transmigrasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya, peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, “ tutur Sekda.

Berdasarkan kenyataan, sampai saat ini transmigrasi tetap dibutuhkan. Daerah tujuan memerlukan pionir pembuka daerah baru sekaligus para transmigran dapat memberikan contoh kepada masyarakat sekitar tentang bagaimana cara mengolah lahan secara lebih baik dan maju.

“ Setiap KK calon transmigran akan diberikan lahan kurang lebih 2 hektar per kepala keluarga. Sebagai transmigran tentunya diperlukan SDM yang ulet, gigih, berjiwa pionir, karena dengan jiwa tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan mendukung daerah tujuan, serta diharapkan dapat menjadi contoh pekerja yang handal di tempat tujuan, “ ucap Sekda.

Lebih lanjut Sekda Bantul, khususnya untuk ibu-ibu, dia berpesan, untuk mendampingi suami dan putra putri di lokasi transmigran, karena peran panjenengan sangat menentukan. Apabila sosok ibu sudah tidak kerasan di lokasi, biasanya akan diikuti oleh anak-anak dan suami. 

“ Diharapkan dengan kebersamaan, kegotong royongan di lokasi dapat meraih kesuksesan yang dicita-citakan bersama. Kami Pemerintah Kabupaten Bantul akan selalu mendoakan mudah-mudahan bapak/ibu kerasan dan dapat sukses di lokasi yang baru nanti, “ ucapnya.

Adapun Calon Transmigran, 5 KK terdiri dari 16 jiwa yakni : Bapak N. Endin dari Trirenggo Bantul, Bapak Wijiono dari Ngestiharjo Kasihan, Bapak Suyitno dari Argodadi Sedayu, Bapak Budi Hartono dari Argomulyo Sedayu, dan Bapak Nurhadi Putro dari Trimurti Srandakan.

Sementara, Suyitno salah satu Calon Transmigran dari Sedayu mengatakan alasannya mengikuti transmigran ini yakni ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus ikut memajukan daerah transmigrasi. 

" Saya ingin mengubah image, bahwa transmigrasi itu tidak seperti orang-orang bayangkan, dengan bertansmigrasi kami ingin memajukan daerah transmigrasi dengan keahlian yang saya miliki dan tentunya membawa nama baik Kabupaten Bantul, " katanya.