Stunting, Fokus Utama Kebijakan Kabupaten Bantul bersama BKKBN Bantul

  • 14 Oktober 2021     122

Bertempat di Balai Desa Tamantirto, Kasihan, Bantul, Wakil Bupati Bantul Bapak Joko B Purnomo menghadiri Sosialisasi Pemahaman Kesehatan dengan fokus materi Stunting yang diadakan oleh BKKBN Kabupaten Bantul, Rabu (13/10/2021). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak seperti Panewu Kasihan, Kepala BKKBN Bantul, Perangkat Desa Tamantirto dan juga para undangan yang mayoritas adalah calon pengantin baru. Dalam sambutan yang disampaikan oleh Bapak Wakil Bupati, beliau menegaskan bahwa beberapa tahun terakhir ini, Bantul menjadi salah satu kabupaten dengan tingkat stunting yang tinggi. Tingginya tingkat stunting ini menurut beliau juga merupakan kesalahan dari kabupaten karena tidak dapat menekan tingginya angka stunting, kemudian beliau juga mengungkapkan apabila kasus stunting ini tidak segera diatasi maka generasi stunting  akan semakin banyak di waktu yang akan datang. Menyikapi hal tersebut, beliau mengungkapkan bahwa masalah stunting ini akan menjadi fokus utama dalam kebijakan Kabupaten Bantul yang akan disusun bersama BKKBN Kabupaten Bantul. Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bantul ini nantinya akan menyesuaikan dengan program yang disusun oleh BKKBN Pusat. 

Bapak Wakil Bupati Bantul juga mengingatkan para undangan bahwa usia ideal menikah menurut undang-undang adalah 19 tahun. Apabila ada calon pengantin yang berusia dibawah 19 tahun, maka dengan terpaksa harus menjalani sidang dispensasi di pengadilan. Urusan stunting dan kesehatan ibu hamil adalah prioritas utama pemerintah pada saat ini. Maka dari itu, pemerintah sampai hari ini memfasilitasi secara lengkap pernikahan, tinggal bagaimana calon pengantin mempersiapkan kesiapan mereka untuk mengarungi kehidupan rumah tangga. Salah satu fasilitas yang telah diberikan pemerintah adalah program KB, selain untuk menekan jumlah penduduk, program ini juga memberikan kesempatan pada para pasangan pengantin untuk merencanakan dan mempersiapkan secara matang waktu kehamilan mereka sehingga mendapatkan buah hati yang sehat dan unggul. Pemerintah juga memberikan fasilitas untuk melakukan kontrol kehamilan di Posyandu, Puskesmas juga Lembaga Kesehatan Swasta.

Pemerintah Kabupaten Bantul juga memberikan dana pemberdayaan pada Posyandu melalui pemerintah desa, hal tersebut merupakan bentuk keseriusan dari pemerintah dalam menjalani program ini. Selain berfokus pada stunting, Pemerintah Kabupaten Bantul saat ini juga berfokus di bidang pendidikan, maka dari itu  setelah buah hati lahir, orang tua wajib mengikuti aturan-aturan yang diberikan oleh pemerintah karena berhubungan erat dengan kebijakan di bidang pendidikan seperti pemberian bantuan tunai pada peserta didik.

Pemerintah Kabupaten Bantul berharap dengan adanya program ini dapat mengembalikan kejayaan Kabupaten Bantul di bidang pendidikan dan kesehatan. Bapak Wakil Bupati juga mengungkapkan kesedihannya "saya sedih ketika ada laporan uang 50 juta digunakam untuk membangun infrastruktur padahal generasi kedepan itu penting, kedepannya angka stunting kita harus turun dan tidak boleh tinggi lagi,  kita juga harus mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia" Perkataan yang beliau lontarkan sepertinya sudah cukup mewakili keseriusan Pemerintah Kabupaten Bantul dalam memerangi stunting dan memajukan pendidikan di Kabupaten Bantul.