Wakil Menteri Kemenparekraf RI Kunjungi Kampung Batik Giriloyo

  • 11 Oktober 2021     86

Bantul - Sabtu (9/10/2021) Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, melakukan kunjungan ke Kampung Batik Giriloyo Kabupaten Bantul. Kunjungan terkait dengan ingin mengetahui proses membatik tulis di Kampung Batik Giriloyo. 

Sesampai di Kampung Batik Giriloyo Wamen Kemenparekraf RI disambut oleh pengurus Kampung Batik Giriloyo. Hadir pula dalam kunjungan Ibu Wakil Bupati Bantul, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kepala Dinas Pariwisata Bantul dan Panewu Imogiri. Angela Tanoesoedibjo menyempatkan diri untuk melihat-lihat batik dan bertanya kepada pengurus terkait proses pembuatan batik.

Secara etimologi batik berasal dari bahasa Jawa yakni Ambathik. “Amba” merujuk kepada lebar, luas, atau kain. Sementara “thik” berarti titik atau “matik” dalam bahasa Jawa. Kemudian kata tersebut lebih dikenal dengan batik yang berarti menghubungkan titik-titik menjadi pola tertentu pada kain yang luas atau lebar.

Perlu diketahui, UNESCO mematenkan batik bukan dari motifnya, tetapi merujuk ke kepada proses pembuatannya. Agar warisan budaya tidak hilang kita perlu melestarikannya. Salah satunya dengan belajar membatik.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul
Kwintarto Heru Prabowo, S.Sos. mengatakan bahwa Wakil Menteri Parekraf sangat penasaran dengan batik tulis yang berada di kampung batik Giriloyo yang merupakan sentra terbesar batik di Indonesia. Sehingga ingin membuktikan dan mencoba langsung cara membuat batik. 

"Kedepan batik tulis ini akan dibantu untuk dipromosikan, dipublikasikan sekaligus dipasarkan mudah mudahan nanti yang mempromosikan langsung ibu Wamen dampaknya lebih luas lagi," katanya.

Selain itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menambahkan bahwa Wamen Parekraf berpesan bahwa batik itu sangat luar biasa dan beliau mendapatkan pengalaman baru secara langsung mempraktekkan cara membatik.

Sementara Ibu Wakil Bupati Bantul Dwi berharap ditengah pandemi para pengrajin batik tetap harus berkarya, jangan sampai warisan budaya ini berhenti sampai disini tetapi harus terus dilestarikan agar generasi mudapun mencintai batik dan mempunyai kesempatan berminat untuk membatik.