Profil Ideal Dari Keteladanan Nabi Muhammad Bagi Calon Pemimpin

  • 11 Maret 2009     97
Seorang anak manusia yang dilahirkan sekitar 1438 lalu di bagian Benua Asia tepatnya di Kota Makkah, dari seorang ibu bernama Aminah dan seorang bapak bernama Abdullah yaitu Muhammmad, meninggalkan banyak keteladanan yang bersifat universal. Keteladanan Nabi Muhammad tidak hanya baik bagi umat Islam namun baik pula bagi semua umat dimuka bumi ini.

Hal tersebut di sampaikan oleh DR Harwanto Dahlan MA saat menyampaikan tausiahnya pada acara Pengajian Karyawan/wati Pemda, BUMN dan anggota TNI/POLRI dilingkungan Pemkab. Bantul dengan tema Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW Th 1430 Hijriyyah/2009 Masehi, di Masjid Manunggal Bantul, Rabu (11/3).

Menghadapi pemilu anggota legeslatif 2009, pemilu capres dan cawapres 2010 serta Pilkada di Kabupaten Bantul nanti, banyak keteladan dari Nabi Muhammad yang dapat dijadikan sebagai tolok ukur kualitas dari para calon pemimpin yang dinilai pantas untuk menjadi pemimpin."Ketika Nabi Muhammad SAW, menjadi pemimpin tertinggi atau presiden di sebuah neraga Arab, dia sangat dekat dengan rakyatnya, sangat memperhatikan nasib rakyat, tidak merasa yang terbaik atau egaliter, selalu dapat memberikan solusi atas segala permasalahan negara dan rakyatnya dan selalu memberikan petuah-petuah dengan memberi contoh kedalam praktek kehidupan nyata." katanya.

Dengan demikian, kata Harwanto Dahlan lagi para calon pemimpin yang ingin dipilih rakyat seharusnya dapat menunjukan keteladanan yang baik, tidak hanya pandai bicara atau banyak teori, bahkan banyak janji.

Sementara sambutan dari Bupati Bantul yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan Sukardiyono, SH mengatakan untuk menuju kearah perubahan yang positif perlu meningkatkan kualitas diri, lembaga maupun organisasi. Hal tersebut telah banyak diteladani oleh Nabi Muhammad SAW bagi umatnya.

Pada pengajian tersebut infak terkumpul sebesar Rp 1.253.000,-. (Sit)