BUPATI BANTUL TERIMA PENGHARGAAN MENTERI OLAH RAGA; Idham:"Olah Raga membentuk Karakter Bangsa"

  • 03 Desember 2007     272
Untuk menggairahkan olah raga khususnya Tenis lapangan pasca gempa bumi 2006, Pengkab PELTI Bantul adakan turnamen tenis Bantul bangkit II tahun 2007 di Stadion Sultan Agung Bantul. Tujuan dari lomba tersebut untuk membangkitkan olah raga secara umum dan a tenis lapangan khususny hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Nurcahyo pada pembukaan Turnamen Sabtu (1/12). Lebih lanjut dikatakan dan yang lebih penting lagi untuk pembinaan dan penggalian potensi petenis baik yunior maupun senior dab veteran. Sasaran dari kegiatan adalah PNS, TNI, POLRI, BUMN, BUMD, mahasiswa, Guru dan masyarakat pecinta tenis lapangan. Dalam lomba tersebut untuk yunior dibagi dalam kelompok umur 12, 14, 16 dan usia 18 tahun putra/putri se Prop. DIY, juga ada lomba khusus usia 90 dan 100 tahun

Hadir dalam acara tersebut Bupati Bantul Drs. HM. Idham Samawi, Wakil Bupati Bantul, Muspida, Pengurus PB Pelti Jakarta, Ketua Pengda Pelti Prop. DIY. Ketua KONI.Kab.Bantul

Lebih lanjut dikatakan peserta lomba yang diselenggarakan selama seminggu mulai 1 – 7 Desember 2007, semula ditarget 400 peserta namun peserta melebihi target 402 hal tersebut menunjukkan gairah olah raga tenis lapangan khususnya semakin menggembirakan. Sebelum acara tornamen juga diadakan penataran wasit nasional bertempat di mess Persiba yang pesertanya juga melebihi target, semula di target 40 peserta menjadi 45 peserta bahka masih ada yang akan ikut namun ditolak. Peserta penataran wasit bukan hanya dari Bantul namun juga dari luar Bantul diantaranya Kotamadya Yogyakarta 5 orang, Sleman 2 orang, Kulon progo 1 orang, Gnung Kidul 2 orang, Bantul 34 orang bahka dari luar jawa yakni Riau 1 orang.

Bupati Bantul dalam sambutannya pembukaan mengatakan dalam olah raga kita akan mendapat beberapa keuntungan diantaranya kesehatan jiwa raga, hiburan baik yang main maupun penonton serta sportif. Tujuan dari lomba jangan hanya menghasilkan kejuaraan itu terlalu kecil bila dibandingkan biaya yang dikeluarkan, namun jadikan itu momen untuk membentuk setiap atlet berkarakter indonesia. Dengan begitu berapapun biaya yang dikeluarkan terasa kecil. Untuk itu Pemkab Bantul berusaha sekuat tenaga untuk selalu membantu pembinaan dan pengambangan semua cabang olah raga yang ada lewat anggaran APBD.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan Penghargaan sebagai Pembaina Olah Raga terbaik dari Mentri Olah Raga kepada Bupati Bantul dan juga diserahkan satu set bola tenis lapangan dari Bupati Bantul kepada Direktur Turnamen Gatot Sutejo, SE. sebagai tanda dimulainya turnamen. (mwr)