Sosialisasi Hasil Penelitian dan Penggunaan Obat; Minum Obat Harus Menurut Petunjuk Dokter

  • 30 November 2007     269
Minum obat dari dokter harus mengikuti petunjuknya karena pada dasarnya obat adalah racun, karena berasal dari bahan kimia. Hal ini disampaikan oleh Dra. Eddy Sulistyowati, Apt, MS. nara sumber dari Pusat Studi Wanita [PSW] Universitas Negeri yogyakarta [UNY] pada acara Sosialisasi Hasil Penelitian dan Penggunaan Obat yang tepat di Bangsal Rumah Dinas Trirenggo, Kamis [29/11].

Lebih lanjut Eddy menambahkan senyawa kimia yang terdapat pada obat yang masuk kedalam tubuh merupakan benda asing yang digunakan untuk mengatasi penyakit penderita. " Penggunaan obat harus menurut dosis dan takaran yang tepat agar dapat menyembuhkan penyakit. Tetapi jika tidak akan berakibat sebaliknya seperti keracunan obat atau malahan penyakitnya tidak sembuh-sembuh karena kuman yang ada akan kebal terhadap obat tersebut, hal ini amat berbahaya."ujarnya.

Dikatakan pula bahwa selama ini masyarakat masih belum paham betul dengan hal tersebut. Ada sebagian orang yang berobat ke dokter, jika rasa sakitnya hilang maka obatnya tak dihabiskan atau dalam makan obat tidak rutin secara terus menerus sampai obat habis, hal ini akan menjadi bumerang.

Pada acara yang diikuti oleh TP. PKK Kabupaten, kecamatan dan desa tersebut Eddy Setyowati juga menambahkan bahwa sebetunya kita dapat menjaga kesehatan kita cukup dengan mengkonsumsi suplemen yang berupa obat kimia atau obat alami. Seperti jahe, sere, cengkeh, asam, gula jawa dan lainnya menurut takaran yang tepat pula, maka hal itu sudah cukup menjadikan badan kita selalu sehat. Hanya saja diantara kita masih enggan melakukan hal tersebut.

Sementara Ketua TP. PKK Kab. Bantul Hj. Ida Idham Samawi dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini hasil kerja sama antara TP.PKK Kab. Bantul dengan PSW UNY Yogyakarta. "Hal ini bertujuan agar para kader PKK di Bantul dapat melaksanakan kegiatan pemberdayaan keluarga dengan melakukan segala upaya bimbingan dan pembinaan agar dapat menciptakan keluarga dan masyarakat yang sehat, sejahtera, maju dan mandiri."ujarnya.

"Karena pentingnya kegiatan ini kami harap para peserta dapat mengikuti sampai selesai, sehingga nantinya akan mendapatkan tambahan wawasan yang lengkap dan bermanfaat bagi keluarga maupun bagi peningkatan kualitas hidup perempuan di Bantul tercinta ini."tambahnya.

Nara sumber yang kedua yaitu Das Satirawati, M. Si. Dari PSW UNY juga menerangkan seputar kebiasaan orang awam seperti kerokan dengan benar, tidur dengan mendengkur. Tatkala seseorang tidur dengan mendengkur menandakan bahwa ada gangguan kesehatan yang terkait dengan pernafasan. Hal ini juga cukup menarik perhatian peserta yang terdiri dari perempuan Bantul tersebu (sit)