SMKN 3 Kasihan Diharapkan Jadi Lokomotif Pariwisata Bantul

  • 06 April 2008     523
Kemanfaatan sekolah kejuruan hendaknya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Kabupaten Bantul sedang menggalakkan desa pariwisata. SMK Negeri 3 Kasihan (SMSR Yogyakarta) diharapkan dapat menjadi lokomotif untuk mendorong desa pariwisata.

Harapan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Suyoto HS, Msi, MMa dalam acara pembukaan pameran seni rupa di Galeri SMSR, Sabtu (5/4). Di depan para guru dan siswa SMK Negeri 3 Kasihan Bantul Suyoto mengatakan, pihaknya akan memasukkan SMKN 3 Kasihan dalam Calendar of Event Kabupaten Bantul mulai tahun 2009 nanti. ”Silakan SMSR membuat agenda yang bisa menarik wisatawan,” katanya.

Lebih jauh Suyoto mengajak para guru dan siswa SMKN3 Kasihan untuk bekerja sama membimbing desa pariwisata di Bantul sesuai program studi yang ada, antara lain batik, keramik dan kerajinan kayu. Kepala Sekolah SMKN3 Kasihan Drs. Wahyudi berjanji akan menindaklanjuti tawaran ini. Menurut Haris, sekolahnya sudah sering menerima rombongan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. ”Bulan lalu kami menerima 220 siswa SMP dari Jakarta untuk belajar keramik dan batik, dan bulan Mei nanti sejumlah 265 siswa SMP dari Tuban juga akan mengunjungi SMSR,” papar Haris.

Pameran seni rupa sudah menjadi tradisi bagi SMKN3 Kasihan. Pameran yang digelar tanggal 5 – 14 April ini diikuti 75 siswa dan 29 guru dari jurusan Seni Lukis, Seni Patung, Disain Interior, Disain Komunikasi Visual (DKV), Kria Kayu, Kria Keramik, dan Batik. Pada pameran ini telah dipilih 4 karya yang layak menerima penghargaan Pratita Award dari sekolah, mereka adalah Arif A. Awan (Seni Lukis), Andi Triyanto (Animasi), Aloysius Y.Alfa (Diskomvis), dan Nur Hardiansyah (Kria Keramik).

Ketua Panitia Drs. Rakhmat Supriyono, M.Pd. mengatakan, selain pameran di dalam kampus, SMSR juga selalu menggelar pameran di luar kampus dengan melibatkan alumni dan beberapa seniman terkemuka, di samping guru dan siswa. Tahun ini pameran diadakan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dengan seleksi karya yang cukup ketat. Karena padatnya TBY, pameran dijadwalkan tanggal 20 Mei 2008.

Ulang tahun ke 45 SSRI/SMSR/SMKN3 Kasihan juga dimeriahkan dengan Music Painting dan Parade Band. Pertunjungan sehari penuh ini merupakan kado istimewa dari siswa untuk sekolah. Tahun lalu siswa SMSR memberi kado berupa sketsa di atas kertas koran sepanjang 120 meter. Selain kado ulang tahun, OSIS mengadakan lomba Tumpeng Kreatif antar kelas/jurusan. Dalam lomba ini siswa diberi kebebasan untuk mengeksplorasi bentuk tumpeng secara kreatif. Hasilnya cukup mengejutkan, ada yang mirip miniatur lanskap, monumen, bentuk patung abstrak dan binatang. Menurut Rakhmat, semua kegiatan diarahkan untuk memancing kreatifitas anak-anak.

Masih dalam agenda ulang tahun, SMKN 3 Kasihan (SMSR Yogyakarta) akan mengadakan Seminar dan Workshop Batik pada tanggal 26 April 2008 dengan pembicara Tulus Warsito (seniman batik dan dosen Fisip UMY), Drs. Handoyo (Balai Batik) dan Suranto, M.Sn (guru SMSR). Acara ini bekerja sama dengan MGMP Seni Budaya SMP Kabupaten Bantul. (Humas SMSR)