Pengurus Dekranasda Bantul Audiensi dengan Bupati Bantul

  • 27 Februari 2008     492
Sejumlah pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah [Dekranasda] Kabupaten Bantul yang dipimpin ketua organisasi Ny. Ida Idham Samawi adakan audensi dengan Bupati Bantul Drs. HM. Idham Samawi dan diterima di ruang kerja Bupati, Selasa [26/2].

Ny. Ida Idham Samawi yang didampingi wakil ketua Drs. Suyoto,HS. Msi. sekretaris Drs. Totok Sumanto dan sejumlah divisi dalam sambutan pengantarnya mengatakan Dekranasda Kabupaten Bantul telah mengadakan musda pada tanggal 8 Nopember 2007 untuk pertanggung jawaban kepengurusan tahun 2002 2007 dan pemilihan pengurus untuk masa bakti 2007 2012 dengan sukses. Dengan terbentuknya pengurus baru dan untuk menyusun program kerja tahun 2008 seluruh pengurus telah terjun ke sentra industri binaan untuk menggali kendala dan hambatan dalam mengembangkan usahanya. Dari sekian usaha kecil menengah [UKM] yang tersebar di Bantul permasalah yang muncul beragam diantaranya permodalan, pelatihan, bahan baku, peralatan yang modern dan show room untuk tempat promosi.

Hadir dalam acara tersebut Assek III Bejo Utomo, SH. BAPPEDA, DLLAJ, Pariwisata, Perindagkop, Bag. Administrasi Pembangunan, Bagian Keuangan dan Kantor Humas Informasi.

Bupati Bantul dalam sambutan tanggapannya mengatakan para pengusaha kecil mulai sekarang harus dibiasakan dengan tertib hukum untuk menunjang kelancarannya dalam berhubungan perbankan selaku sumber permodalan dan Pemkab siap membantu untuk mendapatkan pinjaman ke Bank Bantul dengan bunga rendah.

Pelaku usaha jangan dibiasakan melanggar hukum karena itu berkaitan dengan kelanjutan usahanya baik sumber permodalan maupun kepercayaan pasar jelasnya.

Lebih lanjut Idham berharap ada satu tim yang profesional dan bertugas menyeleksi UKM yang sehat serta mampu berkembang untuk dihubungkan dengan pihak ketiga atau penyandang dana. Untuk mengurangi kendala dan hambatan yang dihadapi para pengusaha yang merupakan program Dekranasda, bupati minta untuk disusun secara rinci baik sasaran maupun biayanya agar nanti bisa dimasukkan pada APBD. (mwr)