•  06 Juli 2024
  •    
  •  762
130 Ribu Generasi Z Berperan Sukseskan Pilkada Bantul, Kesbangpol Adakan Dialog Politik

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul menggelar Dialog Politik bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bantul yang diselenggarakan pada Jumat (5/7/2024) di Gedung Pertemuan Kapanewon Sewon. Dengan mengusung tema Memperkuat Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Menciptakan Bantul Damai dan Berbudaya menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabun 2024. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran dan kesiapan khususnya bagi generasi muda Bantul dalam menghadapi Pilkada mendatang. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, beliau menyampaikan pesan penting kepada generasi muda untuk dapat berperan aktif dalam proses demokrasi.

“Tema dialog ini adalah Memperkuat Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Menciptakan Bantul Damai dan Bantul Berbudaya menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024. Tema ini dapat dimaknai bahwa IPM harus berperan dalam sendi-sendi kehidupan termasuk di ranah politik,” tutur Wakil Bupati. 

Wabup menilai generasi Z merupakan asset bangsa sehingga beliau berharap suara dari generasi muda dapat memberikan warna baru bagi kemajuan di Bumi Projotamansari.

 "Warna Bantul ini juga tergantung dari generasi mudanya termasuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah maupun mahasiswa Muhammadiyah. Harapannya para generasi muda ini kemudian memahami tentang Pilkada dan jadwalnya. Serta turut menyosialisasikan kepada teman-temannya serta berpartisipasi menggunakan hak suara mereka untuk suksesnya Pilkada pada hari Rabu 27 November 2024," terang Wabup. 

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kesbangpol Bantul Stephanus Heru Wismantara berujar bahwa setidaknya ada 130 ribuan generasi Z di Kabupaten Bantul yang akan turut andil dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 mendatang. Dikatakan Heru, generasi Z yang lahir dalam rentang waktu tahun 1997 hingga 2012 kelak akan mengisi posisi strategis dalam pemerintahan sehingga perlu ditanamkan pemahaman terkait pendidikan politik yang fasih dan wawasan kebangsaan. 

"Di Bantul generasi Z yang kita punya sekitar 130 ribuan yang nanti akan menjadi pemimpin, ini nanti jadi Indonesia Emas, generasi Z ini kita siapkan untuk dalam rangka pendidikan politik dan wawasan kebangsaan," ujar Heru. 

Partisipasi aktif dan kesadaran untuk menggunakan hak suara bagi generasi Z menjadi poin penting yang ditekankan dalam dialog politik kali ini.

"Karena berdaulat dengan politik, mandiri secara ekonomi, berkepribadian Indonesia, ini harus kita angkat," imbuhnya. (Fza)